Sang Raja Pengeluh dan Panglima Yang Penuh Syukur

Hello, SPN readers; bagaimana kabar kalian kali ini? Hehehe, kelihatannya saya sudah agak jarang mengupdate, maaf-maaf karena akhir-akhir ini saya beserta kawan-kawan sedang mengalami kesibukan dan mengalami beberapa masalah. Misalnya saja, bahwa beberapa waktu lalu CPU saya mengalami kerusakan, overheating pada bagian power supply sehingga mengakibatkan terbakarnya bagian kapasitor p/s dan power plugnya; telebih lagi power slot pada mainboard ikut terbakar sehingga saya harus mengganti p/s dan mainboard CPU saya. Lesson from this incident is although computer is not human; they still need a rest to cool of the IC.

Another problem is our correspondent, seperti kita tahu kejadian gempa bumi dan tsunami yang menimpa Jepang; it is greatly affecting our blog too. Teman saya sekaligus koresponded di SPN Asagiri Kumiko kebetulan sedang pulang kampung pada waktu bencana terjadi dan our reference partnership “Japan Web Organization” juga menunda beberapa update mereka, namun saya sangat senang ketika Kumi menghubungi saya, she said that “she and her family are alright” (she’ll back to Bali as soon as her family move to Osaka) dan saya juga dapat notified e-mail dari JWO that they back online plus letter of gratitude untuk simpatik pathnership diluar Jepang terhadap keadaan bangsa Jepang saat ini.

Update news, untuk sementara info untuk anime tidak berjalan efektif due to some delayed anime airing but we still working on VN sharing because we’ve enough DB stock for it. Terlebih lagi nampaknya jaringan internet saya agak bermasalah dan saya sedang dalam proses menyampaikan complain ke ISP saya.

Okay, back to the topic. Sudah agak lama ya saya tidak menulis cerita pendek yang memotivasi sobat sekalian di blog ini? Hehehe maaf, sebenarnya banyak draft ide yang terpikir di kepala namun kemalasan memenangkan saya beberapa waktu lalu; sehingga jaripun terasa berat dalam mengetik. Somehow, I managed to type one right now. Hurray, clap-clap (applause*). Now SPN readers just sit back because it takes awhile to read it, and enjoy!

Baca tulisan ini lebih lanjut

The Onigiri That Has Fine Umeboshi On The Back

hehehe, I  have a little free time and I used it to write the story up in my blog. Hope, you guys will like it.

Author note: Onigiri is Japanese term for Riceball that beinng salted and has stuff inside such as umeboshi, tuna, etc. While umeboshi is perserved plum and tasted sour. And at last bento is term meal which packed in mealbox that people will eat during lunch.

 

Once upon a time in certain kitchen live an onigiti. This onigiri has a serious lack of confident and so she always timid and laidback, because she always think that she just a stacked plain rice without anything on it. Therefore, she envy every food around her.

 

She envy watermelon and melon, because they taste sweet and people loves to eat them during summer. She said “I wish I taste sweet, I’m sure people would love me but alas I’m just plain rice gather together”

 

She envy chiken soup which has a lot of stuff inside such as carrot, potato, sauted chicken, and others vegetavles. Furthermore, she think it would be fun because many food gather in that bowl and merry around and soup is salty and warm thus people loves to eat it during cold weather. Once again she said “I wish I could join them but I can’t because a whole round of me wouldn’t fit in there”

 

She envy starwberry and lemon jam although they are sour but yet people often used them altogether with bread in the morning. She sighing and said “people wouldn’t eat me as breakfast and they would prefre the gentleness that bread jam have”

 

Even she envy coffe; they might be bitter but people tend to drink them during break time and turn the athomsphere around those people into something that feel luke warm.When she feel down about herself then suddenly, she hear someone talking “Is that all of thing that you thinking about? You know, I never once thinking something bad about you and myself”. Onigiri confused with it and she doesn’t know who was talking with her before,  but she reply anyway “No, I’m sure people won’t eat me because I’m just plain rice, they will never eat me and I’m sure I don’t taste good at all”.

The sound replies once more “Believe me, it will work just fine”.

 

One day, people will go to picnic and they prepare bento so they could eat it during lunch. Onigiri is worried that people won’t bring her along to the picnic. However, a boy look at the ongiri and said “Ah, it’s onigiri; I want to eat onigiri”. Still, the onigiri doesn’t feel confident and said “no, don’t eat me because I’m not good enough”

Then she hear the sound talking once more “relax, you’ll be just fine, you’ll see”

 

Thus, the boy take onigiri to the picnic and then during lucnh break the boy eat the onigiri and cheefully said “whoa, this onigiri is delicious, salty taste is mild and the sour taste from umeboshi also great! I love this onigiri”. Then finally she know whose sound is that it sound of umeboshi from her back. Then umeboshi said “see, like I said everything is going to be fine. You know I used to think as yours but as soon as I see that I put together with you I begin to understand the whole thing and thinking that every thing will be just fine”

 

The onigiri looks around her and during that picnic time she see many others onigiri in there. People cheerfully eating the onigiri while looks at the landscape. Thus, the onigiri didn’t feel low and bad anymore, she think she is special together with umeboshi, more than that people loves them during picnic.

 

The End

 

Author note: well, we often look around us to see how great the people around us and rarely look into ourselves that we have our own umeboshi that acctually very special and couldn’t compare to the others. Have you ever think and feel like this umeboshi? Then I got something to said for you “believe me everything will be just fine :) ” Sorry if I have made grammar blunder because it’s been awhile since I’m writing something in English. Any advice and help regarding my article in my blog would be appriciated. So any feedback from you my friends? :)

Kata-kata yang Inspiratif : “I’M AS MAD AS HELL, AND I’M NOT GOING TO TAKE THIS ANYMORE!”

Hi, saya menemukan video yang isi kata-katanya menurut saya sangat inspiratif dan sangat cocok dengan keadaan dunia sekarang ini. Padahal kutipan kata-kata tersebut berasal dari sebuah film Network keluaran tahun 1976.

Murphy’s Law, Dejavu : Mengapa Kita Ingat Wajahnya Tetapi Lupa Namanya?

wah, setelah sekian lama saya tidak memposting konten download ebook akhirnya saya dapat memposting juga belakangan ini; maklum saya termasuk orang yang sangat malas dalam mengupload file-file dari pc saya ke account mediafire atau ziddu saya. Okay, kita langsung aja kepada sinopsis ebook yang satu ini.

Pernah dengar kata Dejavu? Yang ini bukanlah program pembaca eBook ya. dan juga bukan nama sebuah film bawaannya Denzel Washington.

Salah satunya yang dibahas adalah ‘emosi’ manusia. Kalau kita sedang terburu-buru, rasanya semua berjalan lambat. Dijelaskan kalau didiri manusia terdapat ‘jam internal’, dan jam itu akan berjalan lebih cepat bila kita sedang panik.

Ada lagi kalau kita sedang marah, kita selalu bertindak hal-hal yg akan kita sesali setelahnya. Saat kita emosi, amigdala, bagian depan otak, menjadi dominan. Semua indra dan adrenalin kita dipompa melewati batas normal dan mendesak akal sehat kita. Ini diperlukan bila di jaman batu, untuk survival terhadap ancaman yang berbahaya. Tapi dijaman yg serba logika sekarang ini, yang ada kita hanya menyakiti/merusak sekitar kita.

Dan banyak lagi pengungkapan2 misteri sehari-hari yang bikin kita tersenyum juga.

Nah, dan ini adalah link untuk anda dapat mendownload ebook unik tersebut

http://www.ziddu.com/download/7527458/aw-DejavuMengapaKitaIngatWajahnyaTetapiLupaNamanya.exe.html

Ada Tiga Jawaban Atas Doamu

Tentu kita semua pernah berdoa, bukan? Hmm, masih ingat doa – doa apa saja yang kalian ucapkan selama ini? Next kebanyakan kalian berdoa untuk diri sendiri atau orang lain? Dan terakhir berapa banyak doa kalian yang telah diwujudkan Tuhan? Hmm, pertanyaan seputar itu selalu ada di dalam benak, sebenarnya berefek besarkah doa itu? Itu bisa jadi renungan buat anda semua.

Saya punya cerita yang menarik seputar doa. Meskipun lingkungan cerita ini merupakan lingkungan orang Kristen namun tidak tertutup bagi penganut agama lain membacanya sebab cerita ini bersifat universal yang membahas mengenai doa.

Suatu ketika ada konseling antara pendeta di gereja saya dengan salah satu jemaatnya. Well, jemaat tersebut mengeluh terhadap pendeta itu dan sedang mengalami kekecewaan dalam hidupnya. Jemaat itu berkata “Pak pendeta, saya gagal dapat promosi gara – gara bapak tidak mau mendoakan saya”.

Pendeta tersebut berkata “Apa yang saya pernah katakan mengenai hal ini?”

Jemaat itu berkata “Bapak bilang saya harus berdoa kepada Tuhan secara pribadi untuk hal ini”.

Pendeta bertanya “Apakah anda sudah melakukannya?”

Jemaat itu berkata “Tidak lagi sebab saya rasa percuma saya berdoa, Tuhan tidak pernah mendengar doa saya”

Pendeta tersebut terdiam kemudian kembali bertanya “Apakah anda yakin doa anda tidak didengar Tuhan?”

Tanpa berpikir panjang jemaat tersebut menjawab “Ya, tidak didengar”

Pendeta tersebut membalas pernyataan jemaat tersebut “Kalau begitu anda salah besar”

“Mengapa?” Tanya jemaat itu.

“Karena sama seperti saya mendengarkan anda saat ini, Tuhan juga pasti mendengarkan doa anda” jawab pendeta itu.

Jemaat tersebut terdiam kemudian menimpali “Jika doa saya didengar lantas mengapa keinginan saya tidak terwujud? Apa tangan Tuhan terasa berat ketika mencurahkan berkat-Nya kepada saya?”

Pendeta tersebut mengeleng-gelengkan kepala dan berkata “Doa anda pasti didengar tapi saya ingin bertanya lagi. Apakah anda yakin doa anda dijawab Tuhan?”

Kembali jemaat itu dengan nada agak kesal berkata “Mengapa Bapak menjawab pertanyaan saya dengan pertanyaan yang lain dan sudah pasti jawabannya tetap sama. Tidak, doa saya tidak dijawab”

Pendeta tersebut tersenyum dan menjawabnya “Kalau begitu sekali lagi anda salah besar. Sama sepeti saya bertanya dan anda menjawabnya, Tuhan juga pasti berbuat demikian. Bukankah doa sama seperti pertanyaan kita kepada Tuhan?”

Jemaat tersebut marah dan berkata “Jika Tuhan menjawabnya lantas mengapa doa saya tidak diwujudkan?! Saya tidak mengerti!”

Pendeta haya tersenyum dan berkata “Tuhan sebenarnya sudah menjawab doa anda. Apakah anda tahu bahwa ada 3 jawaban Tuhan terhadap doa yang kita ucapkan?”

Kemudian pendeta tersebut mulai menjelaskan.

Tuhan punya jawaban atas doa –doa kita

Jawaban pertama adalah “tidak!”

Tuhan menolak doa kita, Mengapa? Coba bayangkan sejenak.

Jika anda punya anak berumur 5 tahun dan suatu saat anak tersebut meminta pisau tajam sebagai hadiah ulang tahunnya dan alasannya adalah untuk menusuk temannya yang dibencinya. Apakah anda akan mengabulkannya? Tentu anda semua tahu jawaban yang pasti tentu saja “tidak!”

Sama seperti itu Tuhan berbuat demikian kepada doa kita semua, karena Tuhan tahu doa yang kita panjatkan sebenarnya tidak baik bagi diri sendiri. Kita tidak bisa membohongi Tuhan, sebab tidak ada yang tersembunyi bagi-Nya. Tuhan tahu dengan pasti isi hati dan motivasi kita atas doa yang kita ucapkan; baik atau buruk.

Lantas jika sudah begini sikap apa yang harus diambil? Renungkan doa kita; apakah doa kita benar-benar baik atau buruk bagi kita? kemudian pikirkan motivasi kita untuk doa itu baik atau buruk? Jika sudah maka berubahlah!

Jawaban kedua adalah “tunggu dulu…”

Sikap apa yang harus kita ambil bila jawabannya seperti ini? Sikap yang terbaik adalah bersabar. Pada saat tersebut sebenarnya Tuhan hendak menjawab doa kita hanya saja Tuhan berpikir belum saatnya. Coba sekali lagi kita bayangkan.

Andaikan anda pemilik suatu perusahaannya dan anda ingin mewariskan semua asset yang anda miliki kepada keturunan anda, hanya saja pada saat itu anak anda satu-satunya adalah hanya seorang anak berumur 7 tahun. Apakah anda akan mewariskan begitu saja seluruh harta anda sehingga dia kelola secara langsung?  Tentu jawabannya adalah tunggu dulu. Anda mungkin akan mempercayakan kekayaan tersebut kepada orang kepercayaan anda dan akan memberikannya kepada anak anda sampai pada umur yang dianggap sudah siap untuk menerimannya. Kita tak mungkin mempercayakan kekayaan begitu besar kepada seseorang jika dia belum siap memanajenya dengan baik.

Tuhanpun juga berbuat demikian. Terkadang Tuhan menunggu kita siap terlebih dahulu secara kepribadian, mentalitas, keimanan dan ketaatan agar keempat hal tersebut bertumbuh dan berkembang menjadi kesatuan yang kuat. Setia pada tanggung jawab yang diberikan maka kita akan diberikan tanggung jawab yang lebih besar dan ingat waktunya Tuhan berbeda dengan waktu kita, meskipun begitu pertolongan Tuhan selalu tepat pada waktunya.

Jawaban yang ketiga adalah “ya!”

Doa kita dikabulkan yang juga berarti bahwa doa kita memang sesuai dengan kehendak Tuhan dan Dia melihat kita siap menerima berkat tersebut. Maka sikap yang kita ambil adalah bersyukur. Jangan sampai jadi kacang lupa akan kulitnya. Ingat kita tanpa Tuhan bukan siapa-siapa yang berharga; sebab Tuhan berkuasa atas hidup kita, tidak ada kata kebetulan di dunia ini yang ada proses rencana Tuhan.

Kesimpulannya dalam doa kita selalu didengar dan dijawab Tuhan. Tapi doa yang baik adalah berdoa  akan sesuatu hal yang Tuhan pikir baik untuk kita bukan apa yang kita pikir baik untuk kita (dengan kata lain berdoa sesuai kehendak Tuhan), apa yang kita pikirkan baik itu belum tentu baik di mata Tuhan. Kemudian bersabar dan mempersiapkan diri agar diri kita layak menerima perwujudan dari doa tersebut. Setelah itu jangan lupa untuk selalu bersyukur.

Jadi bagaimana dengan jemaat tersebut? Kira-kira jawaban apa yang telah diterimanya dari Tuhan? Who knows? Tapi yang terpenting biarlah cerita ini menjadi berkat tersendiri bagi orang yang membacanya. Tuhan memberkati.

Also, don’t for forget these words! It’s will be ring in your mind:

Salam Damai

Timotius Jaya

Sebuah Lilin Harapan

Dikisahkan ada empat buah lilin menyala di sebuah ruangan. Ruangan tersebut menjadi terang oleh karena keempat lilin tersebut menyala. Keempat lilin tersebut merupakan perumpamaan akan sesuatu.

Lilin tersebut terus meyala hingga suatu ketika lilin pertama berkata “Saya rasa sangat percuma bila saya terus menyala sebab banyak perang dan pertentangan yang terus terjadi dan orang hidup dalam kekhawatiran”. Maka reduplah api lilin tersebut dan padam. Kini ruangan tersebut menjadi lebih gelap. Lilin yang mati tersebut bernama Kedamaian.

Kemudian lilin kedua berkata “Saya sependapat dengan kedamaian, saya rasa saya juga percuma saya menyala, di kala banyak kejahatan di dunia, manusia saling menyakiti satu sama lainnya dan mementingkan diri sendiri”. Maka reduplah api lilin tersebut dan padam. Kini ruangan tersebut menjadi lebih gelap dari sebelumnya. Lilin yang mati tersebut bernama Kebaikan.

Setelah itu lilin ketiga berkata “Jika kedua lilin tersebut mati, karena saya sudah tidak berguna lagi jadi untuk apa aku terus menyala; kini manusia saling membenci satu sama lain dan saling menatap penuh kecurigaan, kemanakah ketulusan yang dahulu sering kujumpai”. Maka reduplah api lilin tersebut dan padam. Lilin tersebut bernama Kasih.

Kini ruangan itu menjadi gelap sebab hanya satu lilin saja yang menerangi ruangan tersebut. Kemudian datang seorang anak ke dalam ruangan itu dan berkata “Mengapa ruangan ini begitu gelap? Apa yang telah terjadi? Saya tidak ingin hal ini terjadi” Kemudian menangislah anak tersebut. Ketika anak tersebut menangis terdengar suara dari lilin keempat “Jangan menangis saya masih menyala; api lilin saya sangat berharga dan tidak boleh mati sebab api ini dapat menyalakan lilin-lilin lainnya yang sudah padam; selama masih tersisa api ini maka masih ada kesempatan untuk meyalakan api lilin lainnya yang sudah padam”. Mendengar hal itu maka diambilah lilin tersebut oleh anak itu dan digunakannya untuk menyalakan lilin-lilin lainnya yang sudah padam sehingga ruangan itu menjadi terang kembali. Lilin tersebut bernama Harapan.

Yah, harapan merupakan salah satu hal yang paling penting yang dimiliki manusia. Harapan merupakan salah satu berkat terbesar dari Tuhan yang tidak boleh dihilangkan. Meskipun kita sedang dalam masa-masa suram dimana serba sulit asalkan ada harapan maka ada celah untuk merubah semuanya.

Manusia bisa hidup 40 hari lamanya tanpa makanan, 3 hari tanpa minum, dan 7 menit tanpa udara, tapi manusia hanya bisa hidup 7 detik tanpa Harapan. 7 detik tersisa digunakan untuk melakukan tindakan bodoh terakhir “bunuh diri”. Kita dapat melihat banyak kenyataan orang yang kehilangan harapan mengambil jalan pintas dengan bunuh diri. Mereka pikir that’s the best solution, BUT they thought WRONG! That’s not a best solution that’s a best MISTAKE.

Bagi yang sedang mengalami pergumulan berat dan merasa sudah tidak bersemangat seakan hilang harapan, let me tell you an advice; DON’T LOSE YOUR HOPE!

Saya akan beritahu sesuatu yang terdengar buruk namun sebenarnya kabar baik bagimu. Orang yang bunuh diri pasti MASUK NERAKA. Tuhan memberikan hidupmu yang dirancangnya sedemikian rupa indahnya untuk dirimu, Tuhan membenci bila anda menyia-nyiakannya dan mengutuknya. Jika Anda ingin masuk neraka then so be it; kill yourself; sebab orang yang bunuh diri tak akan dapat kesempatan untuk bertobat.

Kontribusi untuk orang yang hampir kehilangan harapan

My best regards

Timotius Jaya

Thanks to my dear, Felli for the inspiration

Seorang Anak Dengan Pagar Kayu

Dulu ada seorang anak kecil yang mempunyai perilaku pemarah. Ayahnya memberikan sekantong paku dan mengatakan kepadanya bahwa setiap kali dia kehilangan kesabarannya, ia harus palu paku ke belakang pagar.

Hari pertama anak itu mancapkan 37 paku ke pagar. Selama beberapa minggu berikutnya, ketika ia belajar untuk mengendalikan kemarahannya, jumlah paku dipalu sehari-hari berangsur-angsur menyusut turun. Dia mendapati bahwa lebih mudah menahan amarahnya daripada untuk memalu paku ke pagar … Akhirnya hari itu datang ketika anak itu tidak kehilangan kesabaran sama sekali. Dia bercerita kepada ayahnya tentang hal itu dan ayah menyarankan agar anak sekarang mengeluarkan satu paku untuk setiap hari bahwa ia mampu menahan amarahnya. Hari-hari berlalu dan anak laki-laki muda itu akhirnya bisa memberitahu ayahnya bahwa semua paku sudah lenyap.

Sang ayah mengajak putranya  dan menuntunnya ke pagar. Dia berkata, “Kau telah melakukan dengan baik, anakku, tapi lihatlah lubang-lubang di pagar. Pagar tidaK akan pernah sama lagi. Ketika kamu mengatakan sesuatu yang menyakitkan dalam kemarahan, mereka meninggalkan bekas luka seperti yang satu ini. Anda dapat menempatkan sebuah pisau dalam diri seseorang dan menariknya keluar. Tidak peduli berapa kali kau bilang aku minta maaf, luka itu masih ada. Sebuah luka verbal seburuk fisik.

Seorang Kaisar Dan Sebuah Benih

Pernah ada seorang kaisar di Timur Jauh yang sudah tua dan tahu sudah datang waktu untuk memilih penggantinya. Alih-alih memilih salah seorang asistennya atau salah satu dari anak-anaknya sendiri, ia memutuskan untuk melakukan sesuatu yang berbeda.

Ia memanggil semua orang muda di dalam kerajaan bersama-sama satu hari. Dia berkata, “Ini telah datang waktunya bagi saya untuk turun dan memilih kaisar berikutnya. Saya telah memutuskan untuk memilih salah satu dari kalian.” Anak-anak terkejut! Tetapi, sang kaisar terus. “Aku akan memberikan masing-masing dari kalian sebuah benih hari ini. Satu benih. Ini adalah benih yang sangat istimewa. Aku ingin kau pulang, menanam benih, air dan kembali ke sini satu tahun dari hari ini dengan apa yang Anda telah tumbuh dari satu benih ini. Aku akan menilai tanaman yang Anda berikan untuk saya, dan yang saya pilih akan menjadi kaisar berikutnya kerajaan! “

Ada seorang anak laki-laki bernama Ling yang berada di sana pada hari itu dan ia, seperti yang lain, menerima benih. Ia pulang ke rumah dan ibunya dengan penuh semangat menceritakan keseluruhan cerita. Dia membantunya mendapatkan pot dan sekantung tanah subur, dan ia menanam benih dan menyiram dengan hati-hati. Setiap hari ia menyiraminya dan mengamati untuk melihat apakah telah tumbuh.

Setelah sekitar tiga minggu, beberapa pemuda lainnya mulai berbicara tentang bibit dan tanaman yang sudah mulai tumbuh. Ling terus pulang dan memeriksa benihnya, tapi tidak pernah tumbuh. Tiga minggu, empat minggu, lima minggu berlalu. Masih belum ada tanda apa-apa.

Pada saat orang lain sedang membicarakan tanaman mereka, namun Ling tidak punya tanaman, dan ia merasa seperti gagal. Enam bulan berlalu, masih belum ada apa-apa di potnya Ling. Dia hanya tahu bahwa ia telah benih tersebut telah mati. Sementara orang lain sudah memiliki pohon-pohon dan tanaman tinggi, tapi dia punya apa-apa. Ling tidak berkata apa-apa kepada teman-temannya. Dia hanya terus menunggu benih untuk tumbuh.

Setahun akhirnya berlalu dan semua pemuda dari kerajaan membawa tanaman mereka kepada kaisar untuk diperiksa. Ling mengatakan pada ibunya bahwa ia tidak akan membawa pot kosong. Tapi ibunya mendorongnya untuk pergi, untuk memberikan pot tanaman itu kepada kaisar, dan harus jujur tentang apa yang terjadi. Ling merasa berat hati, tapi ia tahu ibunya benar.Pada akhirnya ia membawa potnya yang kosong ke istana.

Ketika Ling tiba, ia kagum melihat berbagai jenis tanaman tumbuh oleh semua pemuda lain. Mereka indah, dalam segala bentuk dan ukuran. Ling menaruh potnya yang kosong di lantai dan pemuda lain menertawakannya. Beberapa merasa kasihan kepadanya dan hanya berkata, “Hei, kau sudah melakukan yang terbaik”

Ketika kaisar tiba, ia mengamati ruangan dan menyapa orang-orang muda. Ling hanya mencoba untuk bersembunyi di belakang. “Wah, apa tanaman besar, pohon-pohon dan bunga Anda telah tumbuh,” kata sang kaisar. “Hari ini, salah satu dari kalian akan ditunjuk kaisar berikutnya!”

Tiba-tiba, sang kaisar melihat Ling di belakang ruangan dengan potnya yang kosong. Ia memerintahkan para penjaga untuk membawanya ke depan. Ling ketakutan. “Kaisar tahu aku gagal! Mungkin dia akan membunuhku!”

Ketika Ling sampai di depan, Kaisar menanyakan namanya. “Nama saya Ling,” jawabnya. Semua anak-anak tertawa dan mengolok-oloknya. Kaisar meminta semua orang tenang. Ia menatap Ling, dan kemudian mengumumkan kepada orang banyak, “Lihatlah kaisar baru Anda! Namanya adalah Ling!” Ling tak mempercayainya. Ling bahkan tidak bisa tumbuh benihnya. Bagaimana dia bisa menjadi kaisar baru?

Kemudian kaisar berkata, “Satu tahun yang lalu hari ini, aku memberi semua orang di sini sebuah benih. Aku bilang Anda untuk mengambil benih, tanaman itu, air itu, dan membawanya kembali kepadaku hari ini. Tapi aku memberi kalian semua benih yang akan direbus sehingga tidak akan bisa tumbuh. Kalian semua, kecuali Ling, telah membawa saya tanaman dan pohon-pohon dan bunga. Bila Anda menemukan bahwa benih tidak akan tumbuh, Anda menggantinya dengan benih lain. Ling adalah satu-satunya dengan keberanian dan kejujuran untuk membawakan pot dengan benih yang saya berikan. Oleh karena itu, ia adalah orang yang akan menjadi kaisar baru! “

Pesan moral dari cerita ini : Integritas itu penting dan harus dipertahankan. Jika seseorang memiliki integritas Anda akan mendapatkan kepercayaan dari yang lainnya, namun ketika intregritas Anda tidak dipertahankan maka hilanglah sebuah kepercayaan yang Anda bangun selama ini.

Tukang Cukur Yang Tak Percaya

Seorang pria pergi ke toko tukang cukur untuk memiliki rambut dan jenggotnya dipotong seperti biasa. Dia mulai memiliki percakapan yang baik dengan tukang cukur yang mencukur kepadanya. Mereka membicarakan banyak hal. Tiba-tiba, mereka menyentuh subjek Tuhan. Tukang cukur berkata:
“Lihat pria, saya tidak percaya bahwa Tuhan ada seperti yang Anda bilang begitu.”
“Kenapa kau berkata begitu?” tanya klien. “Yah, itu sangat mudah, Anda hanya perlu pergi keluar di jalan untuk menyadari bahwa Tuhan tidak ada. Katakan kepadaku, jika Tuhan itu ada, akan ada begitu banyak orang sakit? Apakah ada anak-anak terlantar? Jika Tuhan ada, ada akan ada penderitaan atau rasa sakit. Saya tidak dapat berpikir tentang Tuhan yang memungkinkan semua hal ini. “
Klien berhenti sejenak berpikir tapi dia tidak ingin menanggapi untuk mencegah sebuah argumen. Si tukang cukur menyelesaikan pekerjaannya dan klien keluar dari toko. Tepat setelah ia meninggalkan tukang cukur toko ia melihat seorang laki-laki di jalan dengan rambut panjang dan jenggot (sepertinya sudah lama sekali sejak dia rambutnya dipotong dan dia tampak begitu berantakan).
Kemudian klien lagi memasuki toko tukang cukur dan ia berkata kepada tukang cukur:
“tahu apa? tukang cukur juga tidak ada.”
“Kenapa mereka tidak ada?”-Tanya si tukang cukur. “Yah aku di sini dan saya adalah seorang tukang cukur.”
“Tidak!” si klien berseru. “Mereka tidak ada karena jika ada maka tidak akan ada orang dengan rambut panjang dan janggut seperti itu orang yang berjalan di jalan.”
“Ah, tukang cukur memang ada, apa yang terjadi adalah bahwa orang tidak datang kepada kami.”
“Tepat!” – Menegaskan kepada tukang cukur. “Itu masalahnya. Tuhan tidak ada karena apa yang terjadi adalah orang tidak pergi kepada-Nya dan tidak mencari-Nya itulah sebabnya ada begitu banyak kepedihan dan penderitaan di dunia.”

Kapal Yang Karam

Seorang pria menjadi satu-satunya yang selamat dari kapal karam terdampar di sebuah kecil, pulau tak berpenghuni. Tergesa-gesa ia berdoa kepada Tuhan untuk menyelamatkan dia, dan setiap hari ia mengamati cakrawala untuk membantu, tapi sepertinya tidak ada yang akan datang.

Kelelahan, ia akhirnya berhasil membangun gubuk kecil dari kayu apung untuk melindungi dirinya dan untuk menyimpan beberapa barang nya. Tapi kemudian suatu hari, setelah mengais-ngais makanan, ia tiba di rumah untuk menemukan pondok kecilnya terbakar api, asap menggulung ke langit.

Yang terburuk telah terjadi; semuanya sudah hilang. Ia tertegun dengan kesedihan dan kemarahan. “Tuhan, bagaimana kau bisa melakukan ini padaku!” ia menangis. Keesokan harinya, bagaimanapun, ia terbangun oleh suara kapal yang mendekati pulau itu. Itu telah datang untuk menyelamatkan dia. “Bagaimana kau tahu aku di sini?” tanya orang yang kelelahan dari tim penyelamat. “Kami melihat sinyal asap Anda,” jawab mereka.

Mudah untuk berkecil hati ketika semuanya berjalan buruk. Tetapi kita tidak boleh kehilangan hati, karena Tuhan sedang bekerja dalam hidup kita, bahkan di tengah-tengah rasa sakit dan penderitaan. Ingat, kali berikutnya Anda gubuk kecil itu terbakar ke tanah – itu hanya mungkin menjadi sinyal asap yang memanggil Anugerah Tuhan

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.