November 7, 2009
oleh Sprucefir (トウヒ)
Tentu kita seringkali mendengar mengenai komunitas di kehidupan sehari-hari maupun di media massa. Kita mendengar berbagai fungsi komunitas sesuai dengan peran dan tujuan mereka, ataupun aktivitas-aktivitas yang digelarkan oleh beberapa komunitas yang telah ada.
Beberapa contoh seperti Komunitas Communicator (KC). Maklum, dengan jumlah anggota hingga kini mencapai sekitar 37 ribu orang, ini merupakan komunitas pengguna Communicator terbesar di dunia. Yang lebih unik lagi komunitas ini merupakan komunita yang aktif dan sebagian besar merupakan komunitas yang loyal. Buktinya, ketika peluncuran E-90 dulu, ratusan orang antre di depan Hotel Gran Melia Kuningan (tempat peluncuran produk ini) agar bisa menjadi pemakai pertama tipe communicator tersebut. Padahal, untuk bisa menghadiri acara itu mereka harus memakai undangan khusus, dan mendaftarkan kartu kredit yang namanya sesuai dengan KTP. Sudah begitu, harga produknya tidak murah disbanding produk ponsel lainnya, yakni sekitar Rp 10 juta (pada waktu pertama peluncuran).
Bagaimana dengan komunitas yang tidak mengkaitkan dengan produk atau merek tertentu? Kita mungkin dapat melihat di sekitar kita adanya komunitas seperti komunitas bersepeda, komunitas memancing, komunitas gemar membaca, komunitas memasak, komunitas pencinta tanaman hias, dan lain sebagainya. Yang paling utama dari semua komunitas ini adalah adanya sebuah katalis utama. Yaitu suatu isu yang dapat diperbincangkan dan terus berkembang. Semua mungkin dibuatkan komunitasnya.
Oke, pada artikel kali ini saya tidak akan menjelaskan kepada anda mengenai definisi komunitas beserta selak-beluk karena saya rasa anda sudah cukup tahu akan hal itu, terlebih komunitas tidak lagi terdengar awam di tengah-tengah masyarakat. Tapi saya akan memberikan beberapa kiat-kiat yang dapat diterapkan untuk membidani suatu komunitas.
Pahami secara utuh tema atau isu utama yang akan diangkat sebagai kesamaan anggota komunitas
Yang dimaksud disini adalah adanya suatu kesamaan seperti kesamaan tempat, kesamaan profesim kesamaan hobby, atau kesamaan permasalahan yang masih bisa dibuatkan komunitasnya.
Indentifikasi dan cari thunderlizard
Thunderlizard disini adalah beberapa orang yang sangat concern, peduli dan antusias dengan isu utama. Di antara thunderlizard juga memungkinkan sebagai pemimpin nantinya di komunitas ini. Mereka semacam tokoh di mata anggota komunitas
Cari juga operator lapangan untuk membangun komunitas
Mereka adalah orang internal yang akan menceramahi calon anggota komunitas. Mereka juga akan mencari sumber-sumber untuk membangun komunitas. Mereka juga akan mencari sumber-sumber untuk membangun komunitas. Merekalah nantinya yang akan mengejawanatahkan ide thuncderlizard menjadi aksi nyata. Untuk tahap awal operator lapangan terkadang adalah thunderlizard itu sendiri.
Berilah operator lapangan suatu hal konglret untuk diperbincangkan.
Mungkin juga pro-kontra suatu isu utama yang berkaitan dengan kepentingan calon anggota komunitas. Hal inilah yang akan menarik calon anggota komunitas untuk mau bergabung.
Ciptakan sebuah system dan manajemen terbuka
Maksudnya setiap hal akan mengalir apa adanya dari dan untuk semua anggota komunitas. Namun demikian kita juga harus menyampaikan rule dasar setiap anggota komunitas. Ciptakan juga semacam “ritual” dan symbol kebersamaan
Terima kritik dengan senang hati
Ini tentang bagaimana membangun hubungan jangka panjang. Sehingga setiap anggota komunitas merasa memiliki keberadaan dan kehadiran komunitas.
Dorong Diskursus (kongkow)
Diskursus mungkin dapat dilakukan di kafe, resto, stadion, warung, atau suatu tempat nyaman yang disepakati bersama sebagai tempat kumpul rutin. Mungkin dapat juga dilakukan secara online dengan membuat milis atau forum website. Apapun itu sarananya haruslah memudahkan anggota komunitas terlibat diskursus satu dengan yang lainnya.
Publikasikan kehadiran dan kegiatan komunitas
Sebab mereka bergabung dengan komunitas agar mendapatkan eksistensi dan menjadi bagian integral dari komunitas tersebut. Hal ini akan memperbesar rasa memiliki setiap anggota komunitas terhadap komunitas yang terbentuk.
Bagaimana? Setelah mengetahui kiat-kiat untuk membangun suatu komunitas, langsung segera tertarik membentuknya? Well, saya rasa ada banyak hal positif yang diperoleh dari suatu komunitas. Misalkan saja dengan bergabung suatu atau membentuk komunitas kita sudah memperluas circle koneksi yang kita miliki, and that will be you valuable asset in the future.
Like this:
Be the first to like this post.
Comments